Setangkai Mawar Yang Layu
1 menit baca 20× dibaca
Ukuran Teks
Dulu kau pernah merekah di sudut taman.
Merahmu menyala, jelita tanpa cela,
menawan siapa saja yang mengayunkan pandang.
Kupu-kupu berdansa, bergantian menyapa,
Kumbang-kumbang terpikat, riuh datang bertamu.
Engkau adalah mahkota,
paling anggun di antara wewangian waktu.
Namun kini, senja perlahan merenggut kelopakmu.
Satu demi satu, engkau merunduk pasrah.
Warna yang dulu garang kini meredup,
layu bergantung pada tangkai yang setia menggenggammu.
Tapi… hatiku tak mau berpaling.
Kelopakmu boleh saja mengering,
namun tak sedikit pun merenggut indahmu.
Engkau tak lagi mekar untuk dunia,
tapi tetap abadi di dalam hatiku.
~Venus, 5 Agustus 2026